AL-QUR’AN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP UMAT MANUSIA
Al-Qur’an adalah kitab suci umat islam yang diturunkan
Kepada Nabi Muhammad melalui Malikat Jibril secara berangsur-angsur. Al-Qur’an
merupakan kitab suci terakhir dan diturunkan sebagai penutup dari semua
kitab-kitab yang sebelumnya. Kitab suci al-qur’an isinya mencakup seluruh inti
wahyu yang telah diturunkan kepada para nabi dan rasul sebelumnya.
Artinya tanpa pedoman itu manusia tidak dapat hidup yang bahagia, tidak dapat berumah tangga dengan tenteram, tidak dapat bermasyarakat dengan adil, tidak berpendidikan yang bermanfaat.
Al-Qur’an merupakan pedoman sekaligus menjadi dasar hukum
bagi manusia dalam mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Sejak Nabi
Adam sampai Nabi Muhammad, para rasul datang untuk menyampaikan ajaran Tuhan
kepada umatnya. Sebagai manusia para rasul tersebut pasti menemui ajalnya,
meninggal dunia. Sepeninggal rasul, kehidupan umat manusia pasti akan kacau
tanpa pegangan atau pedoman. Dengan diturunkannya kitab suci, maka umat manusia
memiliki pedoman hidup walaupun nabi atau rasul telah tiada.
Kepentingan diturunkannya kitab suci, dalam hal ini
Al-Qur’an, yaitu : Agar manusia mengenal dan beriman kepada Allah, Tuhan yang
Maha Esa. Manusia cenderung mengakui adanya suatu kekuatan atau kekuasaan di
luar dirinya. Manusia dengan caranya masing-masing mencari zat yang Maha Kuasa.
Pengalaman-pengalaman membuktikan, bahwa dengan hanya
menggunakan akalnya manusia sering keliru mengenal Tuhannya. Untuk membantu
manusia mengenal Tuhannya dengan benar, perlu adanya tuntunan dari Allah SWT.
berupa wahyu yang diturunkan melalui para rasul. Dengan adanya wahyu, manusia
dengan mudah dapat mengenal Tuhan yang sesungguhnya, Tuhan yang Maha Pencipta.
Al-qur’an sebagai pedoman hidup manusia dan umat Islam
khususnya. Tanpa pegangan atau pedoman, manusia akan kehilangan arah. Kehidupan
manusia penuh dengan berbagai persoalan, dari persoalan yang paling ringan
sampai yang paling berat. Pada zaman nabi semua persoalan dapat diselesaikan
langsung oleh nabi. Jika ada persoalan yang rumit yang nabi sendiri mengalami
kesulitan, maka Allah memberi petunjuk melalui wahyu. Setelah Rasulullah tiada,
manusia perlu pedoman agar kehidupan mereka tidak kacau balau. Wahyu-wahyu
Allah yang dihimpun dalam sebuah kitab yang bernama Al-Qur’an itu menjadi
pedoman yang lengkap bagi manusia dalam menjalin hubungan dengan Allah, dengan
sesama manusia, dan dengan alam lingkungannya.







0 komentar:
Posting Komentar